Lirik Lagu: Yovie & Nuno - Menjaga Hati

Masih tertinggal bayanganmu
Yang telah membekas di relung hatiku
Hujan tanpa henti seolah bertanda
Cinta tak di sini lagi kau t’lah berpaling

Biarkan aku menjaga perasaan ini wou…
Menjaga segenap cinta yang telah kau beri
Engkau pergi aku takkan pergi
Kau menjauh aku takkan jauh
Sebenarnya diriku masih mengharapkanmu

Ooh… oooh…

Masih adakah cahaya rindumu
Yang dulu selalu cerminkan hatimu
Aku takkan bisa menghapus dirimu
Meski kulihat kini kau di seberang sana

Biarkan aku menjaga perasaan ini wou…
Menjaga segenap cinta yang telah kau beri
Engkau pergi aku takkan pergi
Kau menjauh aku takkan jauh
Sebenarnya diriku masih mengharapkanmu

Andai akhirnya kau tak juga kembali
Aku tetap sendiri menjaga hati

Biarkan aku menjaga perasaan ini wou…
Menjaga segenap cinta yang telah kau beri
Engkau pergi aku takkan pergi
Kau menjauh aku takkan jauh
Sebenarnya diriku masih mengharapkanmu

Biarkan aku menjaga perasaan ini wou…
Menjaga segenap cinta yang telah kau beri
Engkau pergi aku takkan pergi
Kau menjauh aku takkan jauh
Sebenarnya diriku masih mengharapkanmu

Sejujurnya diriku masih mengharapkanmu
Ooh… oooh…
Ooh… oooh…

SKB Cuti Bersama 2008

Lagi-lagi perubahan… setelah tahun lalu para menteri kita mengubah SKB-nya sendiri, tahun ini ternyata kejadian yang sama berulang!

Namun bedanya tahun lalu penambahan cuti bersama, sedangkan kali ini pengurangan cuti bersama, duh pak menteri tolong dong konsisten, berpikir dulu sebelum memutuskan, jangan plin-plan gitu dong. Kesamaan yang ada pada dua SKB ini adalah sama-sama mendadak, serba tiba-tiba.

Berdasarkan keputusan bersama Menteri Agama, Menteri Transmigrasi dan Tenaga Kerja, dan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara, cuti bersama tahun 2008 hanya lima hari, yang sebelumnya 8 hari. Jadi ada total 3 hari cuti bersama yang dihapuskan alias kembali menjadi hari kerja biasa yaitu tanggal 8 Februari, 2 Mei, dan 19 Mei 2008 (Surat Keputusan Bersama No. SKB/01/M.PAN/2/2008).

Cuti bersama tahun 2008 menjadi 5 hari yakni 11 Januari, 29-30 September, 3 Oktober dan 26 Desember 2008.

Oya, ada peraturan tambahan yang dilontarkan sang menteri pada saat konferensi pers di gedung Departemen Pemberdayaan Aparatur Negara, Jakarta, Selasa, 5 Februari lalu, beliau menyatakan bahwa setiap PNS yang sudah menghabiskan jatah cutinya maka dia tidak boleh mengambil cuti bersama lagi. Hm…

Oke deh pak Menteri, yang penting jangan tersandung di batu yang sama lagi ya.

Jadi ingat pepatah tenar tentang kebodohan,

Sebodoh-bodohnya keledai, dia tidak akan jatuh pada lubang yang sama untuk kedua kalinya…

Bagi yang membutuhkan, silahkan download berkas SKB-nya di sini:

skb-perubahan-cuti-bersama-2008.zip [zip, 744 kb]

atau di sini:

skb-perubahan-cuti-bersama-2008.pdf [pdf, 820 kb]

WordPress 2.3.3 Update

Lubang keamanan telah ditemukan pada versi WordPress terakhir, WP 2.3.2. Menurut Ryan, dengan adanya lubang ini, pengguna terdaftar suatu blog berbasis WordPress dapat meng-edit artikel yang ditulis oleh pengguna terdaftar lainnya dengan memanfaatkan cacat pada implementasi XML-RPC (xmlrpc.php).

Untuk itu pihak pengembang WordPress menganjurkan untuk segera melakukan update terhadap WordPress 2.3.2. Perubahannya sendiri hanya terdapat pada berkas xmlrpc.php pada folder instalasi WordPress tersebut.

Nah, buat pengguna wordpress yang selalu menggunakan blog-nya sendiri hal ini tidak berbahaya sama sekali, tetapi untuk suatu blog yang digunakan oleh banyak anggota, sebaiknya segera lakukan upgrade ke versi terbaru, cukup dengan menggantikan berkas xmlrpc.php dengan berkas yang baru. :)

HaloCek 887 & 888

Tulisan ini hanya untuk koleksi, habis sering lupa kalo ada yang bertanya. :D

Cara mengaktifkan fitur HaloCek 887 & 888 untuk pelanggan KartuHalo Telkomsel:

Kirim SMS ke nomor 333 dengan isi: HC ON

Setelah fitur aktif, seharusnya ada SMS balasan dari Telkomsel yang menyatakan bahwa fitur HaloCek telah aktif.

Untuk menggunakan fitur ini cukup dengan menekan nomor *887# untuk mengetahui biaya panggilan atau pengiriman SMS terakhir, dan *888# untuk mengetahui tagihan bulan berjalan.

Semoga bermanfaat.

Soekarno - Sejarah yang Tak Memihak

Ditulis oleh: Iman Brotoseno (http://blog.imanbrotoseno.com/?p=150)

Soekarno, 1968Malam minggu. Hawa panas dan angin seolah diam tak berhembus. Malam ini saya bermalam di rumah ibu saya. Selain rindu masakan sambel goreng ati yang dijanjikan, saya juga ingin ia bercerita mengenai Presiden Soekarno. Ketika semua mata saat ini sibuk tertuju, seolah menunggu saat-saat berpulangnya Soeharto, saya justru lebih tertarik mendengar penuturan saat berpulang Sang proklamator. Karena orang tua saya adalah salah satu orang yang pertama-tama bisa melihat secara langsung jenasah Soekarno.

Saat itu medio Juni 1970. Ibu yang baru pulang berbelanja, mendapatkan Bapak (almarhum) sedang menangis sesenggukan.

“Pak Karno seda.” (meninggal)

Dengan menumpang kendaraan militer mereka bisa sampai di Wisma Yaso. Suasana sungguh sepi. Tidak ada penjagaan dari kesatuan lain kecuali 3 truk berisi prajurit Marinir (dulu KKO). Saat itu memang Angkatan Laut, khususnya KKO sangat loyal terhadap Bung Karno. Jenderal KKO Hartono - Panglima KKO – pernah berkata,

“Hitam kata Bung Karno, hitam kata KKO. Merah kata Bung Karno, merah kata KKO!”

Banyak prediksi memperkirakan seandainya saja Bung Karno menolak untuk turun, dia dengan mudah akan melibas Mahasiswa dan Pasukan Jendral Soeharto, karena dia masih didukung oleh KKO, Angkatan Udara, beberapa divisi Angkatan Darat seperti Brawijaya dan terutama Siliwangi dengan panglimanya Mayjend Ibrahim Ajie. Read the rest of this entry »

Halaman 2 dari 15«12345»...Terakhir »